Hari itu, kami bertiga—saya, bim², trik dan rendi—bersiap-siap untuk menghadiri tahlil ke-3 Amirudin, teman baik kami yang baru saja meninggal dunia. Setelah salat Isya, kami berangkat bersama-sama menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan, kami mengenang kebersamaan dengan Amirudin, mengingat kebaikan dan canda tawanya yang selalu menghangatkan suasana.

Saat tiba di rumah duka, kami disambut oleh keluarga Amirudin yang masih terlihat berduka namun tetap tegar. Kami pun menyampaikan salam dan ucapan takziah kepada mereka. Suasana rumah sudah penuh dengan para pelayat yang juga ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Amirudin.

Acara tahlil dimulai dengan pembacaan tawasul dan dzikir oleh seorang ustaz yang diikuti oleh para jamaah. Suara bacaan dzikir yang serempak membuat suasana menjadi khusyuk. Kami pun ikut membaca dengan khidmat, memohon kepada Allah agar memberikan tempat terbaik untuk Amirudin di sisi-Nya.

Setelah pembacaan fzikir, dilanjutkan dengan doa bersama. Ustaz syarif memimpin doa, memohonkan ampunan untuk Amirudin dan kesabaran bagi keluarganya yang ditinggalkan. Suara doa yang lirih terdengar penuh haru, membuat kami teringat kembali betapa berharganya persahabatan kami dengan Amirudin.

Setelah acara doa selesai, kami pun beramah-tamah dengan keluarga dan pelayat lainnya. Kami bertemu dengan banyak teman lama yang juga mengenal Amirudin. Meskipun suasana duka, namun kebersamaan malam itu sedikit banyak memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sebelum pulang, kami berbicara dengan ibu Amirudin. Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan berjanji untuk selalu mendoakan Amirudin. Ibu Amirudin tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan dukungan kami.

Dalam perjalanan pulang, kami masih terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kepergian Amirudin begitu mendadak dan meninggalkan kenangan yang mendalam. Namun, kami bertekad untuk menjaga persahabatan ini, saling mendukung, dan selalu mengingat Amirudin dalam doa kami.

Hari itu, meskipun penuh duka, kami merasa bersyukur telah bisa menghadiri tahlil ke-3 Amirudin bersama-sama. Kami pulang dengan hati yang lebih tenang, membawa kenangan manis dan doa untuk sahabat yang telah pergi mendahului kami.