Pada suatu malam yang indah, saya dan empat sahabat terbaik saya—ce, ibe, bim², dan adel—bersiap-siap menghadiri pernikahan anak perempuan Adi Kurniawan, yang lebih akrab dipanggil Ukun. Anak perempuannya, Andin, akan melangsungkan pernikahan yang sudah lama dinantikan. Kami berlima sangat antusias karena Ukun adalah Sahabat yang sangat baik dan Andin sudah seperti adik kami sendiri.
Kami berkumpul di rumah Bim² untuk berangkat bersama. AppAw, yang selalu tepat waktu, datang lebih awal . ibe, yang selalu penuh gaya, sibuk menata rambutnya dengan Menggunakan masker hitamnya. Ce, dengan keceriaannya, membawa RJ sebagai hadiah tambahan. Adel, yang paling telaten, memastikan semua RJ dan hadiah sudah siap.
Perjalanan ke rumah Ukun tidak terlalu jauh. Kami mengobrol riang sepanjang jalan, mengenang masa-masa kecil kami yang sering bermain bersama . Sesampainya di sana, rumah Ukun sudah penuh dengan tamu undangan. Suasana meriah dengan dekorasi bunga yang indah dan alunan musik tradisional yang mengiringi acara.
Ukun menyambut kami dengan senyum lebar dan pelukan hangat. "Terima kasih sudah datang, teman-teman!" katanya dengan tulus. Kami mengucapkan selamat dan memberikan hadiah kami kepada Andin, yang tampak cantik dan anggun dalam balutan kebaya merah maroon. Andin tersenyum malu-malu tetapi bahagia, dan kami semua merasa terharu melihatnya.
Setelah berfoto bersama dan mengucapkan selamat, kami menikmati hidangan yang lezat. Ada nasi liwet, sate ayam, dan berbagai kue tradisional yang menggugah selera. Kami duduk bersama-sama, menikmati makanan sambil mengobrol dan tertawa, mengenang kenangan manis bersama Ukun dan keluarganya.
Acara berlanjut dengan Hiburan organ tunggal. Kami terpesona melihat biduan dan mendengarkan lagu dangdut yang di nyanyian oleh sang biduan. Malam itu, cahaya lampu hias berkelap-kelip di sekitar halaman rumah, menambah keindahan suasana.
Ketika malam semakin larut, kami berpamitan kepada Ukun dan keluarganya. "Semoga Andin dan suaminya selalu bahagia," kata Bim² mewakili kami semua. Ukun mengucapkan terima kasih dan berharap kami semua juga selalu diberkati kebahagiaan.
Perjalanan pulang penuh dengan percakapan tentang betapa indahnya acara tadi. Kami merasa beruntung bisa menjadi bagian dari momen bersejarah dalam hidup Ukun. Persahabatan kami semakin erat, dan kami berjanji untuk selalu mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka.


0 Komentar